![]() |
Macan tutul (phantera pardus melas), hewan buas yang diyakini masih menghuni hutan di Gunung Pandan, Nganjuk (foto : instagram/rahman_odon) |
NGANJUK, matakamera.net - Gunung Pandan adalah gunung berapi yang berstatus ‘tidur’. Secara geografis letaknya berada di tiga kabupaten yakni Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Madiun dan Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur.
Gunung berbentuk kerucut dengan ketinggian 894 mdpl ini termasuk dalam rangkaian Pegunungan Kendeng. Di mana, banyak menyimpan kekayaan hayati hingga spiritual.
Kawasan hutannya begitu luas dan lebat. Diyakini sebagai tempat keramat oleh warga sekitarnya secara turun-temurun.
Dari beberapa cerita legenda yang beredar di masyarakat, salah satunya adalah sosok Eyang Derpo, seorang yang sakti mandraguna dan ahli pengobatan di zaman lampau. Eyang Derpo hingga kini diyakini masih bersemayam di Gunung Pandan.
Jika ada orang yang membutuhkan pertolongan spiritual karena suatu penyakit, yang tidak dapat disembuhkan secara medis, maka tempat ini diyakini bisa menjadi rujukan.
Tidak jarang para peziarah tinggal bermalam di tengah hutan, demi terkabulnya keinginan yang diharapkan. Termasuk sembuh dari penyakit.
Adapun tempat ritual yang paling sering dikunjungi peziarah, adalah sebuah goa kecil tempat petilasan Eyang Derpo. Di mana, terdapat pemondokan kecil berukuran 2 x 4 meter.
"Jika hati kita bersih dan ikhlas, kita bisa melihat rumah gaib Eyang Derpo, dan melihat sosok hewan seperti macan pertanda doa kita terkabul,” ujar Sutrisno, 35, warga Desa Klangon, Kecamatan Saradan, Madiun yang mengaku rutin berziarah ke Gunung Pandan dengan berjalan kaki.
Selain legenda Eyang Derpo, kawasan hutan Gunung Pandan diyakini sampai saat ini masih menjadi habitat hewan buas macan tutul.
Beberapa warga yang tinggal di sekitar hutan mengaku pernah melihat kemunculan hewan pemangsa itu, saat mencari kayu jati atau sedang berburu rusa di tengah hutan.
“Waktu saya SD dulu, sering ikut orangtua ke hutan lewat Desa Tritik, dan beberapa kali melihat macan tutul di Gunung Pandan,” ujar Sumarno, 47, warga Desa Mojorembun, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk.
Untuk diketahui, macan tutul atau dalam bahasa lain disebut Phantera Pardus Melas, merupakan satu-satunya kucing besar yang masih tersisa di Pulau Jawa. Jenisnya ada yang berkulit hitam polos alias macan kumbang, atau yang berkulit kuning emas dan totol hitam.
Sebagian besar populasi macan tutul dapat ditemukan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Jabar, namun di semua hutan di Jawa dilaporkan pernah ditemukan hewan ini, termasuk di sekitar hutan Gunung Pandan, Nganjuk.
(Ab/Pas/2016)
Dsini yg jdi skrg dipergunakan pihak produsen minuman aqua ya kan ?
ReplyDeletehttps://caraseo.eu.org