Pada Kamis 18 Agustus lalu, atau sehari setelah upacara HUT Kemerdekaan RI, KPK dikabarkan telah memanggil dan memeriksa dua pejabat level kepala bidang (kabid) dan kepala seksi (kasie) di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemkab Nganjuk. Masing-masing bernama Pw dan Fe, sejak Rabu sore (17/8/2016) berangkat ke Jakarta untuk dimintai keterangan penyidik KPK di hari berikutnya. "Surat panggilan seminggu sebelumnya. Kemungkinan diperiksa terkait megaproyek Bendungan Semantok," kata sumber matakamera.net yang mengikuti KPK di Nganjuk.
Tidak disebut pasti apa keterkaitan megaproyek APBN Bendungan Semantok dengan objek dugaan korupsi dan penyalahgunaan wewenang di Kabupaten Nganjuk. Namun menurut informasi lebih terkait pada feasibility studi (FS) dan detail engineering design (DED) Bendungan Semantok.
Kepala Bappeda Nganjuk Bambang Eko Suharto tidak menampik kabar pemanggilan dua orang stafnya oleh KPK. Ketika dikonfirmasi Sabtu 20 Agustus 2016, Bambang mengaku sudah mendengar informasi dan berita seputar pemanggilan tersebut. Hanya saja, dia mengaku belum membaca surat panggilannya. "Biasanya panggilan langsung nyebut nama sehingga tidak naik ke saya," ujar Bambang.
Selebihnya, Bambang justru menyarankan untuk menggali informasi tersebut kepada Muslim, bawahannya yang menjabat Sekretaris Bappeda Nganjuk. "Coba konfirmasi ke Pak Muslim sekretaris, mungkin beliau yang membuat surat tugas (untuk berangkat ke jakarta memenuhi panggilan KPK, red)," imbuh Bambang.
Sementara itu, selain para pejabat Bappeda, matakamera.net mendapat informasi bahwa pekan ini KPK akan memeriksa sejumlah pejabat lainnya di lingkungan Dinas PU Bina Marga Nganjuk, pengusaha rekanan proyek Pemkab Nganjuk, hingga sejumlah camat di Kabupaten Nganjuk.
Pihak KPK sendiri melalui Pelaksana harian (Plh) Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati Iskak hingga kini belum membuat pernyataan resmi seputar perkembangan terbaru pengusutan dugaan tindak pidana korupsi APBD oleh pejabat negara di Nganjuk. termasuk terkait rencana pemanggilan kembali sejumlah pejabat Nganjuk termasuk dua staf Bappeda yang telah diperiksa Kamis (18/8/2016) lalu. Namun beberapa waktu lalu Yuyuk sudah pernah menyebut bahwa proses penyelidikan di Nganjuk terus berjalan sampai nanti ada perkembangan terbaru untuk dibeberkan kepada publik. (ab)
(Panji Lanang Satriadin)
0 komentar:
Post a Comment