![]() |
gambar grafis pusat episentrum gempa di selatan Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang dirasakan di banyak daerah termasuk Kabupaten Nganjuk, pada Rabu malam 16 November 2016 (matakamera.net) |
Di sekitar kawasan kota, seperti di Kelurahan Mangundikaran, getaran bahkan terasa hampir 60 detik. Warga juga sempat heran melihat lampu yang bergantung di atap rumahnya bergoyang. Begitu juga dengan lemari kayu di ruang tamu.
"Lumayan lama getarannya, hampir semenit. Tahu-tahu kepala saya terasa pusing, saat jalan di dalam rumah terasa bergoyang," kata Jerry, 29, warga Kelurahan Mangundikaran Rabu malam.
Meski getaran terasa kuat, beruntung tidak ada kerusakan di tempat tinggalnya.
Gempa juga terasa di Kertosono. Sejumlah warga di wilayah timur Nganjuk itu mengaku merasakan gempa. "Terasa, tapi enggak sempat ngitung lamanya," kata Syaifudin, 35, karyawan yang kos di daerah Kutorejo, Kertosono.
Selain itu, getaran akibat gempa juga dirasakan sampai wilayah Gondang di utara dan Wilangan di barat.
"Di Guyangan juga, tempat saya dekat rel kereta api, awalnya saya kira getaran karena ada kereta lewat," kata Ernita, 25, warga Kelurahan Guyangan yang mengaku sempat was-was.
Menurut informasi Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), lokasi episentrum gempa yang berkekuatan 6,2 skala richter itu berada pada koordinat 9.32 LS,113.12 Bujur Timur, atau 127 kilometer arah tenggara Kabupaten Malang Jawa Timur. Gempa terjadi pukul 22:10:11 WIB. Kedalaman gempa berada pada 69 kilometer. Namun gempa ini dinyatakan BMKG tak berpotensi tsunami.(ab)
(Panji LS)
0 komentar:
Post a Comment