![]() |
Kabupaten Nganjuk sejak dahulu memiliki warisan karya batik adiluhung, dengan ciri khas corak Stupa (matakamera.net) |
matakamera, Nganjuk – Lomba Desain Batik Khas Nganjuk 2017 yang digelar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) membawa dampak menggembirakan, bagi gairah pelestarian seni batik khas Kota Angin. Tak kurang dari 303 peserta yang berpartisipasi. Mereka tidak hanya diminati oleh peserta dari Kabupaten Nganjuk sendiri, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia.
12 orang pemenang sudah diumumkan pada Senin 6 Maret 2017. Hasil karya mereka, yang dibagi dalam kategori umum dan pelajar, dinilai telah berhasil menyebarkan pesan bahwa Nganjuk memiliki khasanah batik khas adiluhung, yakni corak Stupa. "Stupa adalah simbol kebesaran Nganjuk, kebanggan masyarakat Nganjuk. Setiap melihat batik bercorak stupa, bisa dipastikan itu adalah batik Nganjuk," terang Kepala Disperindag Nganjuk Dra Rr Heni Rochtanti MM.
Heni mengatakan, lomba Batik Khas Nganjuk 2017 digelar secara khusus untuk menggali potensi dan kreativitas mendesain corak batik khas Stupa. Diapun merasa bangga, ketika melihat sendiri antusiasme peserta yang melampaui angka 300 orang. “Akan semakin banyak orang yang tahu, bahwa Nganjuk memiliki khasanah batik khas bercorak tampilan Stupa,” ujarnya.
Ketua dewan juri DR Soetrisno Rahmadi M.Si menjelaskan, bahwa Nganjuk memang perlu identitas batik yang jelas. Karena itu, kriteria penjurian lebih ditonjolkan corak stupa sebagai ikon daerah. Meskipun, masih banyak ikon lain seperti Air Terjun Sedudo, Roro Kuning dan Kota Angin. “Ikon yang sudah dikenal jika bisa disatukan akan lebih memperkenalkan ke masyarakat bahwa Nganjuk mempunyai corak yang tidak kalah dengan daerah lain," ujarnya.
Khusus untuk kategori pelajar, Soetrisno menjelaskan bahwa hal itu untuk mengantisipasi agar para desainer batik terus ada. Sebab, mereka adalah generasi penerus. Terbukti, antusiasme kategori pelajar lebih besar dari peserta umum, yakni ada 166 peserta, sedangkan kategori umum diikuti sebanyak 137 peserta.
![]() |
Hasil desain batik Juara 1 kategori umum karya Rita Artuti asal Sragen Jateng (foto kiri) dan Juara 1 kategori pelajar karya Alfina Damayanti dari SMK 1 Lengkong (foto kanan) |
Dewan juri diketuai Dr H Soetrisno R Msi, yang merupakan tokoh masyarakat Nganjuk dan pengamat batik, Masiswo S.Sn M.Sn dari Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta, dan Drs H Muhammad Arif Jati Purnomo M.Sn dari Fakultas Seni Rupa dan Desai Institut Seni Indonesia Surakarta.(ab)
Baca juga : Daftar 12 Pemenang Lomba Batik Khas Nganjuk 2017
Lihat : Profil Redaksi Matakamera Nganjuk
0 komentar:
Post a Comment