![]() |
Foto reproduksi : gerilya Jenderal Soedirman di tanah Jawa untuk menghadapi pasukan penjajah. Salah satunya melintas dan membuat markas persembunyian di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur (matakamera/ist) |
by Panji Lanang Satriadin
matakamera, Nganjuk - Di Desa Jatirejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, terdapat lahan terbuka yang cukup luas. Lokasinya tepat di tengah kampung. Saat ini dikelola untuk lahan penanaman tebu oleh Pabrik Gula Meritjan Kediri.
Warga sekitar sempat memasang poster unik di tepian lahan. Yakni, berupa gambar wajah sosok pejabat Belanda masa lampau, bernama WM Van Den Boumen. Menurut cerita warga setempat, Van Boumen adalah pejabat pabrik gula (PG) Djatie sekitar tahun 1900.
![]() |
Bentuk bangunan PG Djatie Loceret yang masih utuh, di awal-awal tahun 1900-an (matakamera/foto : ist) |
Bambang, 55, salah satu tokoh warga Desa Jatirejo mengungkapkan, bahwa lahan kosong seluas sekitar 11,8 hektar di desanya itu dahulu adalah kompleks pabrik besar yang penuh dengan bangunan.
![]() |
Foto reproduksi : Panglima Besar Jenderal Soedirman (matakamera/ist) |
Pasukan Soedirman lalu melakukan serangan mendadak dini hari, yang membuat ratusan tentara Belanda kocar-kacir. “Pasukan Soerdirman menggempur pakai senapan api dan meriam yang dirampas dari penjajah,” sambung Bambang.
Serangan fatal itu membuat ratusan nyawa melayang dan pertumpahan darah hebat dari kedua kubu. Nyaris seluruh kompleks bangunan PG Djatie luluh lantak, kecuali sebuah cerobong asap yang sampai hari ini masih berdiri kokoh.
Lahan bekas kompleks pabrik gula Belanda, NV Maatschapij Tot Exploitatie Van de Soikeronder Djatie, kini hanya menyisakan cerobong tua. (matakamera/foto : bendottetapsemangat via ig) |
0 komentar:
Post a Comment