DPRD Nganjuk Gelar Paripurna Penyampaian Raperda P-APBD 2021

Plt Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dan Ketua DPRD Nganjuk Tatit Heru Tjahjono saat serah terima dokumen Raperda P-APBD tahun 2021, dalam Rapat Paripurna Kamis (7/10/2021)
Jumat 8 Oktober 2021

matakamera, Nganjuk - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nganjuk menggelar rapat paripurna penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten Nganjuk tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2021.

Rapat paripurna berlangsung di Ruang Sidang Utama lantai 2 Gedung DPRD Nganjuk, Kamis siang (7/10/2021) dengan menghadirkan langsung Plt Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi.

Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD  Nganjuk Ulum Basthomi, didampingi Ketua DPRD Tatit Heru Tjahjono dan Wakil Ketua DPRD Jianto.

Adapun anggota DPRD Nganjuk yang lain mengikuti rapat paripurna secara virtual.

Plt Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dalam sambutannya mengatakan, proses penyusunan rancangan perubahan APBD tahun 2021 cukup kompleks.

Tiga Pimpinan DPRD Nganjuk bersama Plt Bupati dalam Rapat Paripurna Penyampaian Raperda P-APBD Nganjuk 2021, Kamis (7/10)

"Karena harus menyesuaikan dengan berbagai perubahan regulasi peraturan dan dalam rangka mendukung penanganan pandemi Covid-19," ujar kepala daerah yang juga politikus PDI Perjuangan tersebut.


Menurut Marhaen, perencanaan perubahan APBD tahun 2021 saat ini menyesuaikan amanat PMK.17/PMK.07/2021 dan memperhatikan penyesuaian kriteria situasi pandemi dalam penerapan PPKM Darurat.

"Perencanaan perubahan ini harus menyesuaikan Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Berdasarkan PMK tersebut, Dana Alokasi Umum (DAU) Kabupaten Nganjuk mengalami penurunan sebesar 3,2 persen. Ditambah lagi dengan adanya kewajiban daerah untuk penanganan Covid-19 sebesar 8 persen dari DAU tersebut," urainya.

Lebih lanjut disebutkan Marhaen, penerimaan dan belanja daerah Kabupaten Nganjuk juga mengalami defisit sebesar Rp 337 miliar.

"Kami merangkum bahwa jumlah anggaran pendapatan kita sekitar Rp 2,440 triliun, sedangkan anggaran belanjanya 2,777 triliun. Jadi masih defisit 337 milyar," tukas Marhaen.

Marhaen menitipkan harapan, agar program yang telah dicanangkan Pemkab Nganjuk dapat memberikan manfaat terhadap kehidupan masyarakat. Ia juga berpesan kepada masyarakat Nganjuk untuk tetap menjaga protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Sementara itu, Ketua DPRD Nganjuk Tatit Heru Tjahjono mengatakan, penyampaian Raperda Kabupaten Nganjuk tentang Perubahan APBD Kabupaten Nganjuk dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2021 digelar untuk menyesuaikan dengan visi dan misi Bupati Nganjuk.

"Agar sinkron dengan visi misi Bapak Bupati Nganjuk," ujarnya.

Untuk diketahui, rangkaian kegiatan paripurna Raperda P-APBD Kabupaten Nganjuk dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2021 akan dilanjutkan dengan pandangan umum dari masing-masing fraksi yang akan digelar Jumat (8/10/2021).

Setelah itu, diteruskan dengan tanggapan Plt Bupati Nganjuk atas pandangan dari masing-masing fraksi yang akan dilaksanakan Sabtu (9/10/2021). (ads)

Reporter : Panji LS
Editor : Rifai Abror

Share on Google Plus

About matakamera.net

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System