![]() |
Pen yang terpasang di kaki kanan Purnomo keluar, sehingga ia kesulitan berjalan dan tidak bisa bekerja seperti biasa |
Belakangan, pria yang sehari-hari bekerja serabutan itu mengalami kesulitan berjalan. Sebabnya, pen yang terpasang di kakinya tiba-tiba keluar. Malangnya, ia tidak mampu membiayai operasi untuk mencabut pen tersebut di rumah sakit.
Kondisi seperti itu membuat Purnomo tidak bisa bekerja selama berbulan-bulan. Ia hanya bisa berdiam diri di rumah dan lebih banyak berbaring.
Padahal, Purnomo sebelumnya adalah tulang punggung keluarga. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Winarti sang istri dan anaknya terpaksa mencari kerja semampunya.
Di tengah kepiluan yang dialami Purnomo, secercah harapan muncul ketika ia menerima uluran tangan dari Rohmat Basuki, seorang kader salah satu parpol di Kota Batu.
Rohmat turun tangan membantu mengusahakan pengobatan operasi Purnomo, setelah sebelumnya dipertemukan dan berkomunikasi dengan Pak Rosihan, mantan Ketua BPD Pesanggrahan.
"Semoga upaya yang dilakukan oleh Bapak Rohmat Basuki segera tertangani dengan baik. Dan kondisi Bapak Punomo segera sehat dan normal kembali, sehingga bisa kembali bekerja untuk menafkahi keluarganya," ujar Rosihan.
Rif/Nji
"Semoga upaya yang dilakukan oleh Bapak Rohmat Basuki segera tertangani dengan baik. Dan kondisi Bapak Punomo segera sehat dan normal kembali, sehingga bisa kembali bekerja untuk menafkahi keluarganya," ujar Rosihan.
Rif/Nji
0 komentar:
Post a Comment