Yuangga Bicara Peluang Koalisi Hanura-Nasdem di Pilkada Nganjuk 2024

Ketua DPC Partai Hanura Nganjuk Raditya Haria Yuangga
Kamis 4 Juli 2024

NGANJUK, matakamera.net - Belakangan ini beredar gambar baliho atau banner di beberapa sudut jalan di Kabupaten Nganjuk, dengan latar biru tua dan oranye. Ada yang berisi narasi "Rindu Bunda" dengan siluet wanita berkerudung, ada pula yang bertuliskan kalimat "Ayo Berteman".

Publik mengganggap gambar tersebut berhubungan dengan euforia Pilkada Nganjuk 2024. Warna biru tua dan oranye identik dengan dua parpol yakni Partai Hanura dan Nasdem. Sedangkan narasi "Rindu Bunda" identik dengan Ita Triwibawati atau Bunda Ita, tokoh perempuan yang disebut-sebut bakal maju menjadi Calon Bupati (Cabup) Nganjuk.

Ditanya terkait hal itu, Ketua DPC Partai Hanura Raditya Haria Yuangga tak menampik bahwa partainya saat ini memang sedang mesra dengan Partai Nasdem.

"Jadi sampai hari ini kami di Partai Hanura masih terus berkomunikasi aktif dengan Partai Nasdem," ujar Yuangga, diwawancarai Kamis (4/7/2024).

Adapun terkait bacabup maupun bacawabup, Yuangga menyebut pihaknya juga masih menjalin komunikasi aktif dan menjajaki beberapa nama calon.

"Kami belum bisa mengatakan berkoalisi, tetapi menuju ke koalisi antara Hanura dan Nasdem. Saat ini prosesnya sekitar 90 persen hampir bersepakat koalisi dengan Nasdem. Sedangkan untuk calonnya itu nanti kami berdua (Hanura dan Nasdem) akan berkomunikasi lagi," imbuhnya.

Untuk diketahui, koalisi Hanura dan Nasdem sudah memenuhi syarat pendaftaran cabup-cawabup di Pilkada Nganjuk 2024. Di mana, Partai Hanura saat ini mengantongi 6 kursi DPRD Nganjuk dan Nasdem sebanyak 5 kursi, sehingga total keduanya akan mengatongi tiket 11 kursi. Sedangkan syarat minimal yang ditetapkan KPU adalah 10 kursi DPRD Nganjuk.

Adapun terkait kemunculan banner biru tua-oranye yang banyak diperbincangkan, Yuangga justru mempersilahkan untuk bertanya kepada yang membuat atau memasangnya.

"Siapa yang memasang kami juga nggak tahu. Kemungkinan dari beberapa orang yang suka jika kami (Hanura dan Nasdem) berkoalisi," ungkap politikus yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Nganjuk tersebut.

Yuangga juga menilai, narasi "Ayo berteman" yang ada di dalam gambar banner itu juga tidak mengarah kepada sosok tertentu. Begitu pula dengan narasi "Rindu Bunda", yang disebut Yuangga juga tidak menggambarkan sosok tertentu secara spesifik.

"Saya melihat isi tulisannya kan mengajak berteman. Kepada siapapun antar pendukung, siapapun pilihan Bupatimu, mari berteman," urainya.

Soal kabar Bunda Ita yang akan diusung oleh Partai Hanura dan Nasdem, Yuangga memang belum berbicara secara gamblang. Ia hanya menyebut, bahwa bisa saja calon yang akan diusung partainya adalah sosok perempuan.

"Apakah perempuan? Bisa jadi," ucap Yuangga.

Lebih lanjut Yuangga mengatakan, jika nanti koalisi Hanura-Nasdem benar-benar terwujud, pihaknya akan bekerja keras memenangkan paslon yang diusung. Karena menurutnya, siapapun calon pasti ingin menang, tidak ada satupun yang ingin kalah.

"Maka dari itu kami juga akan semangat bekerja dengan mesin partai kami, siapapun nanti paslon yang kami usung," ujar Yuangga.

Terkait rekomendasi bacabup-bacawabup, sejauh ini menurut Yuangga pihaknya masih menggodok beberapa nama yang sudah mendaftar. Di mana, nantinya juga akan disandingkan dengan kandidat dari Partai Nasdem.

"Selain ada yang mendaftar secara terbuka, ada beberapa yang tertutup dan kami menghargai itu. Semua ada 7 orang, 1 dari internal partai yaitu Mas Aria Tri Putra Tya," tutur Yuangga.

Ia menjelaskan, mekanisme turunnya rekomendasi cabup-cawabup dari Hanura diawali pengajuan nama-nama calon dari DPC ke DPD untuk dilakukan fit and proper test. Berikurnya setelah tersaring akan diajukan ke DPP, untuk diputuskan 1 nama yang mendapat rekomendasi.

"Kami di DPC pada prinsipnya akan patuh dan tunduk kepada keputusan DPP Hanura. Tetapi kami juga berusaha meyakinkan DPP bahwa paslon yang kami usung nantinya benar-benar bisa memenangkan pertarungan di Pilkada Nganjuk 2024," ujarnya.

Selebihnya, Yuangga menyebut partainya juga tidak menutup kemungkinan akan berkoalisi dengan partai lain, selain Partai Nasdem.

"Karena politik itu fleksibel, dinamis, sewaktu-waktu bisa berubah, ke mana angin berhembus," pungkasnya.

Rif/Pas/2024
Share on Google Plus

About matakamera.net

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

Comments System